Yesus Tidak Disalib



Pernyataan konyol yang sering dikatakan oleh orang-orang non-Kristen adalah bahwaYesus tidak disalib, melainkan Yudas atau Simon dari Kirene. Timbul pertanyaan besar; apakahTuhan tukang tipu? Bukankah nubuat tentang Yesus yang tersalib telah diwartakan beratus-ratustahun oleh para nabi? Apakah Tuhan tidak punya pendirian atas firmannya? Tidak! Tuhan danpara nabi-Nya tidak mungkin menipu dan menyesatkan umat dengan pewartaan dusta. Tuhankonsisten terhadap janji-Nya, tidak mungkin ia membatalkan firmannya. Tentu saja menjadi pertanyaan bagi sebagian orang, darimakah ajaran itu berasal?.
Sebagian orang tentu pernah mengetahui tentang ajaran Gnostisisme. Kata Gnostisisme berasaldari bahasa Yunani: gnōsis, yang artinya : Pengetahuan. Gnostisisme adalah suatu paham danaliran tentang keselamatan melalui pengetahuan. Pada abad ke I, sudah muncul para penganutgnosis yang mengaku mengetahui misteri alam semesta. Mereka terdiri dari berbagai sektepanteisme (Pandangan bahwa seluruh alam semesta bersifat Ilahi). Sedangkan pada akhir abadke II kelompok Gnostisisme lebih banyak mengutip Injil yang dipakai umat Kristiani untukmendukung pembenaran ajaran mereka. Pada abad II tokoh Gnostik yang terkenal adalah Valentinus dan Basilides. Tokoh-tokohGnostik mengarang “injil-injil palsu”, antara lain “Injil Thomas” yang umumnyamengemukakan ajaran dualistik: materi bertentangan dengan Roh, dan alam semestamerupakan suatu wujud yang buruk dari Pencipta sendiri. Gnostisisme menyangkal wahyuobjektif yang terpenuhi pada zaman para rasul. Terlebih lagi menutupi kenyataan bahwaKristus telah menetapkan kuasa mengajar dalam gerejanya untuk menafsirkan dengan tepatarti sabda Allah. Menurut ajaran Basilides; Yesus tidak disalibkan, melainkan Yudas atau Simon dariKirene. Yudas atau Simon dari Kirene diserupakan wajahnya seperti Yesus, sehingga orang-orang mengira bahwa dialah Yesus. Yesus memakai wajah Yudas atau Simon dari Kirene,berdiri di dekat situ sambil menertawakan mereka. Kemudian Basilides berkata bahwa tidakperlu percaya pada orang yang disalibkan, melainkan kepada Yesus yang dianggap disalibkan.Demikian juga Valentinus mengajarkan bahwaYesus tidak mengenakan tubuh jasmani.
Tubuh Yesus yang diceritakan dalam Injil tidak nyata, sehingga ia tidak pernah wafat di atas kayusalib. Ajaran Gnostisisme ini menyebar diberbagai wilayah timur tengah dan pengaruhnyasangat besar, hingga mempengaruhi agama yang muncul sesudahnya. Agama-agamasesudahnya sengaja mengambil ajaran Gnostisisme untuk mengacaukan dan menyangkal imanKristiani yang hakiki. Agama-agama sesudahnya mengatakan dengan lugas bahwa Yesus tidakdisalibkan. Ajaran ini sangat meyakinkan orang non-Kristen, namun kenyataannya sesat.Kesesatan ajaran ini dapat ditemukan dalam pewartaan para nabi tentang Mesias yangmenderita dan ditinggikan di atas kayu salib (Yes. 52:13-15; 53: 1-12). Seperti musameninggikan ular tembaga pada sebuah tiang di padang gurun, demikianlah Yesusditinggikan di atas kayu salib (Bil. 21:8-9; 2 Raj. 18:4; Yoh. 3:14-15).Bagaimanakah Menurut Yesus tentang penyaliban diri-Nya? Dalam Injil Sinoptik, Yesussendiri memberitahukan tentang penderitaan dan penyaliban yang akan dialami sampai tiga kali(Mat. 16: 21-28; 17:22-23; 20:17-19, Mrk. 8:-9:1; 9:30-32;10:32-34, Luk. 9:22-27; 9:43-45;18:31-34). Yesus menyampaikan penderitaan yang akan dialaminya secara lugas dan terusterang.
Yesus mengatakan kepada para murid bahwa ia akan menanggung banyak derita daripihak tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu disalibkan dan dibangkitkan kembalipada hari ketiga (Mat. 16:21;17:23; 20:19). Petrus mempunyai paham bahwa Mesias sejatiadalah pemenang dan tidak mungkin wafat disalib. Yesus menentang pemahaman Petrus, iaberkata bahwa kehendak Allah bukanlah apa yang dipikirkan manusia. Dalam Injil Yohanes, Yesus mengatakan bagaimana ia akan ditinggikan di atas kayu salib(Yoh. 12:20-36). Yesus meluruskan pemahaman orang banyak yang meyakini bahwa Mesiastidak mungkin menderita (bdk. 12-34). Meskipun Yesus telah meluruskan pemahaman orangbanyak, tetap saja mereka tidak percaya. Yesus sendiri membuktikan apa yang telah dikatakanbahwa ia akan mengalami penderitaan (bdk. Mrk. 15: 1-15; Mat. 27:1-2,11-26, 27:27-31; Luk.23:1-5, 13-25; Yoh. 18:28-19:16, 19:2-3), disalibkan (Mrk.15:20b-32; Mat. 27:32-44; Luk.23:26,33-43; Yoh. 19:17-24), wafat (Mrk. 15:33-41; Mat. 27:45-46; Luk. 23:44-49; Yoh. 19:28-30), dimakamkan (Mrk. 15:42-47; Mat. 27:57-61; Luk. 23:50-56; Yoh. 19:38-42) bangkit padahari ketiga (Mrk. 16:1-8; Mat. 28:1-10; Luk. 24:1-12; Yoh. 20:1-10) dan naik ke surga (Mrk.
16:9-19; Luk. 24:50-53; Kis. 1:6-11). Dari penjabaran di atas, dapat diketahui bahwa segalapewartaan para nabi dan perkataan Yesus sungguh-sungguh terjadi.

Footnote: Heuken, SJ. Ensiklopedia Gereja jilid I A-G. 1991. Jakarta : Yayasan Cipta Loka Cakara.  










Penulis telah menyelesaikan Strata I Ilmu Pendidikan Teologi (Sekarang Pendidikan Keagamaan Katolik) Universitas Atma Jaya-Jakarta


EmoticonEmoticon