Doa Katolik

Doa. Foto: Ilustrasi

Pengertian dan Pemahaman Doa

Kultus doa ada di (hampir) semua agama. Bukan sebagai rumus hafalan atau mantra tetapi merupakan ungkapan / pernyataan iman kepada Allah. Doa merupakan salah satu unsur kehidupan orang beriman; memiliki tempat yang sentral; namun doa bukan hal yang pokok. Yang pokok adalah iman, harapan, kasih (I Kor 13:13).

Memang orang sering berkata bahwa Allah sudah mengenal hati kita, termasuk di dalamnya ketika hendak berdoa, Allah sudah mengetahui apa yang akan kita ungkapkan dan apa sebenarnya kebutuhan kita. Namun, rahmat itu perlu kita minta dan kita ungkapkan dalam doa. Kita perlu mengulurkan tangan untuk menerima rahmat Allah, salah satu uluran tangan kita untuk menengadah adalah lewat doa. Kehendak kuat untuk terpisah dari yang lain (berbagai kepentingan, studi, telpon, teman dll) dan membawa diri untuk bertemu dengan Allah secara pribadi. Maksudnya, lepaskanlah dirimu dari segala kesibukan dan berhentilah sejenak untuk menghadap Allah.

Persiapan cukup (bahan yang akan didoakan, rahmat yang diminta, penyadaran…)
Ada dialog – wawancara: aku + pribadi Yesus, Maria, Yosef, orang kudus / rasul yang lain. Ada pujian, syukur, permohonan . . . . saat hening. Bening!

Teladan doa: Yesus sendiri

Yesus Sang Pendoa: saat bangun pagi (Mk 1,35), malam (Mk 6, 46), sebelum memilih para rasul (Lk 6, 12), untuk iman para rasul agar dikuatkan (Lk 22, 12), saat menderita (Lk 22,41) di salib (lk 23, 460, di Bait Allah (Lk 2, 41-42; Lk 4, 16), memimpin paska (Mt 26, 17-19)

Apa artinya berdoa? Beberapa makna “berdoa” yang saya temukan dalam perjumpaan dengan berbagai macam orang:

 Doa adalah Persekutuan dengan Allah, memberikan ruang dan tempat secara leluasa untuk berjumpa dengan Allah, yang telah memberikan anugerah kehidupan kepadaku.

Doa adalah Perjumpaan untuk menanamkan kepercayaan total kepada Allah, dan berani memanggil-Nya «Abba».

Doa adalah cara mengaktualisasikan iman, pengharapan dan kasih

Doa adalah Dialog - Perbincangan personal dengan Allah, dengan cara: merenungkan peristiwa dan pengalaman hidup pribadi, menyadari kehadiran Allah di dalamnya yang mencoba menyapa saya, membaca Kitab Suci dan mendengarkan suara hati yang menyuarakan kebenaran.


Dari sudut pandang fenomenologis: setiap orang beriman dan percaya kepada Allah – Dia yang maha tinggi dan maha kuasa, memiliki ritus doa. Maka, ada berbagai macam jenis doa, berbagai macam agama dan kepercayaan.

Dari sudut pandang teologis: ciri khas doa katolik adalah berpusat pada Allah Bapa. Model utama dalam doa adalah Yesus Kristus: Bapa Kami. Ada relasi yang hidup dan personal dengan Allah yang hidup dan Allah yang benar.

Doa yang bersifat personal bukan berarti doa yang berpusat pada egoisme pribadi, melainkan doa yang mengungkapkan sebuah relasi antar-pribadi.

Karakter doa katolik adalah: dalam ruang dan waktu, dalam bahasa dan ungkapan pengalaman hidup. Bukan sebuah spiritualisme!

Berpijak pada Perjanjian Baru, ada tiga kunci pokok untuk memahami apa itu doa

1.Doa sebagai sebuah komunikasi, dimana Allah terlebih dahulu mengambil iniziati dan menggerakkan kita.

2.Doa mengidentifikasikan manusia sebagai rekan kerja Allah. Dia berbicara kepada umat manusia (plural).

3.Doa berkarakter pribadi (singular). Maka, tidak ada seorang pun yang dilupakan, ditolak, dibuang atau diabaikan oleh Allah. Kisah penyaliban Yesus menunjukkan bahwa Dia itu ditolak?

Bagaimana Yesus berdoa?

1.Dengan cara berdiri berlutut dan duduk.
2.Dengan mendaraskan mazmur, dengan teks-teks tertentu yang digunakan oleh umat beriman
3.Di tempat tertentu: di Bait Allah, di puncak gunung, di tepi pantai, di tengah laut.di setiap tempat. Sekarang lebih khusuk di Gereja?
Gereja merupakan tempat umat berkumpul dan merayakan iman mereka.
Gereja merupakan tempat untuk mewartakan Sabda Allah, merenungkannya, menterjemahkannya, merefleksikannya dan mengkontemplasikannya.
4.Pada saat-saat khusus: peziarahan ke Yerusalem.

Pengertian Doa Katolik

Doa katolik tidak menawarkan sebuah ketenangan dengan diri sendiri, melainkan kedamaian dalam relasi dengan Allah, membantu kita untuk masuk ke dalam misteri Yesus Kristus. Usulan-usulan dari para orang kudus tidaklah mudah, tetapi jalannya kecil. Cakrawala selalu ada di depan.- Doa katolik adalah ruang dan waktu untuk terus menerus menyucikan diri, dihadapan pada realitas Yesus Kristus tersalib dan bangkit dalam kehidupan sehari-hari.
- Doa katolik bukanlah sebuah metode untuk memahami makna kehidupan melainkan untuk memeluknya sebagai bagian dari kehidupanku, masuk dalam comunio / persekutuan dengan Yesus.
- Allah yang bagaimana yang kita imani dalam doa? Allah yang berpribadi, dalam sejarah keselamatan. Bukan Allah imaginer, ide yang mengawang-awang dalam dunia filosofis.

Apakah Berdoa itu kompleks?

- Kita berdoa sendiri? Ya. Tapi ada juga Gereja, komunitas, persekutuan para kudus yang juga berdoa bersama dengan kita.
- Tantangan: 1) berani untuk menjadi kecil, menjadi anak-anak Allah. 2) berani untuk pasrah seperti Yesus juga berani menerima salib. 3) berani untuk masuk dalam keheningan di dalam Allah, dalam persekutuan sehati dan sejiwa dengan-Nya.
- Doa yang memiliki karakter iman katolik kerap menjadi kompleks, karena mengintegrasikan seluruh aspek kehidupan kita. Bentuknya bukan hanya doa vokal, doa dalam batin, doa bersama atau doa pribadi, tetapi bisa juga tangisan Petrus setelah menyangkal Yesus tiga kali (Lukas 22,54-62).
-Untuk mengintegrasikan seluruh aspek ini, perlu pembatinan, yaitu menempatkan semua yang berada di luar, ke dalam. Dan, mengatur segala sesuatu pada tempatnya.

Jenis- Jenis Doa Katolik

Doa pribadi dan bersama (komuniter), doa liturgi dan devosi, doa dari buku dan doa spontan, doa obyektif dan doa subyektif, doa Bapa Kami, Salam Maria, novena Tiga Salam Maria dll. Doa-doa ini bisa dipakai sebagai pengantar. Tidak boleh kita hanya berhenti di sini saja.

3 Metode Doa Dalam Ajaran Katolik

- Doa vokal → jalan pemurnian → dengan kehendak
  Dengan vokal tidak berarti dengan suara keras.
  Misalnya, doa-doa di dalam perayaan ekaristi, doa Bapa kami, doa-doa yang dipanjatkan, dengan  mempercayakan diri kepada ungkapan orang lain.
- Doa meditatif → jalan penerangan → dengan akal budi
· Bisa juga sebuah dialog. Tidak hanya meditasi, tapi juga kontemplasi, spiritual exam untuk menguji diri sendiri.
- Doa iman → jalan persekutuan → dengan hati
· Misalnya, orang yang merasa tidak perlu berdoa, tapi pergi karena kewajiban. Janganlah dihakimi tindakan ini sebagai sebuah tindakan yang negatif. Kita justru perlu meneguhkannya!

Harus dibedakan: kurangnya pengetahuan, iman, hasrat, keinginan untuk berdoa dan doa iman.
Doa iman bukanlah sebuah jenis doa, melainkan tempat dimana segala jaring-jaring ke-tidak-konsekuen-an kita bertemu. Maka, orang yang berdoa bisa berada dalam situasi: saya memang gak pantas berdoa, saya tidak merasakan kehadiran Allah, berkali-kali saya berdoa tapi rasanya kering,tetapi saya tetap berdoa, karena menemukan sesuatu yang lebih tinggi: Allah sendiri. Hanya inilah yang menjadi motivasi saya untuk berdoa.

 Isi dari doa: Sabda Allah (DV 21-26) dan pengalaman hidup (GS 4)

Iklim untuk berdoa: berziarah menuju diri sendiri. Pergi ke padang gurun → menghadapi kesepian → putus dengan irama → sendiri → retret → hening.

1° Padang gurun: melepaskan diri dari segala sesuatu
2° kesepian: memisahkan diri dari berbagai relasi
3° Putus dengan irama waktu: mengkhususkan waktu tertentu
4° Sendiri: memisahkan diri dari diri sendiri.
5° Tarik diri / retret: mengkosongkan diri agar bisa ditempati.

Pemeriksaan batin Amedeo Cencini

Tujuan latihan ini adalah menemukan jati diri kita yang aktual dan nyata. Suatu jatidiri yang terungkap dalam kehidupan sehari-hari, yaitu aku yang adalah diriku saat ini dengan segala kelemahan dan kekurangannya. Bukan suatu jati diri ideal yang hendak kita tuju atau suatu impian aku ini akan menjadi seperti apa nanti.

Tetapi ada sementara orang yang yakin bahwa mereka sudah tahu segala-galanya tentang dirinya sendiri. Lalu mereka memeriksa diri secara sepintas lalu saja, sebatas kulitnya saja atau superfisial saja. Ini bukan bentuk pemeriksaan batin. Orang ini tidak tahu siapa dirinya, maka ketika diminta untuk memeriksa batin sejenak maka dia hanya melamun saja, berpikir sebentar saja lalu selesailah sudah. Lalu apakah yang dimaksud dengan pemeriksaan batin itu? Beberapa hal yang dilakukan pada saat kita memeriksa batin adalah:

- Memeriksa perbuatan-perbuatan kita yang tampak secara lahir (ekstern) maupun masih kita rencanakan dalam pikiran kita (intern)

- Menyelidiki motivasi, alasan atau sebab yang mendorong kita untuk bertindak atau melakukan suatu hal

- Mengenali tujuan-tujuan tindakan kita yang sebenarnya (asli). Mengapa dan untuk siapa kita berbuat sesuatu?

Kita ingat bahwa kepekaan, emosi dan perasaan adalah bagian intelektual kepribadian kita. Ketiga hal tersebut menyertai dan mempengaruhi setiap tindakan-relasi kita dengan orang lain. Ada apa/ada kebutuhan apa sebetulnya dibalik semua perasaan dan emosi saya tersebut? Apa sih yang sebetulnya kita mau?

Prinsip ini harus kita pegang: dalam hidup psikis dan rohani kita, tak ada sesuatupun yang terjadi begitu saja. Semua yang terjadi dalam hidup kita dan yang kita alami meninggalkan jejak dan bekasnya. Hati nurani terbentuk sedikit demi sedikit oleh pengalaman itu. Pengalaman buruk lebih mudah tertanam daripada pengalaman baik, hal itulah yang menumpulkan hati nurani. Maka, jujur pada diri sendiri itu amat penting saat pemeriksaan batin. Apalagi saat kita ada dalam situasi untuk mencari dalih, untuk membela diri dalam membenarkan setiap perbuatan kita di dalam pergaulan. Ingat jendela jouhari: saya tahu, saya tidak tahu; engkau tahu, engkau tidak tahu. Kenalilah salah satu sifat/perangai yang ingin engkau ubah. Satu dulu dan biarkan yang lain. Kita tak bisa menangkap lima ekor ayam yang terlepas sekaligus bukan?



Penulis: Alfonsus Widhi, SX
Editor: Silvester Detianus Gea 

1 comments:

Novena Santo Yudas Tadeus

Rasul yang amat suci, Santo Yudas Tadeus, pelayan dan sahabat Yesus yang setia, Gereja Semesta menghormati dan memohon kepadamu, sebagai penolong dari masalah-masalah yang tampaknya tidak ada harapannya, hal-hal yang tidak ada jalan keluarnya. Doakanlah aku, karena aku merasa sendirian dan tidak mempunyai penolong. 


Aku mohon padamu, gunakanlah kekuatan khusus yang diberikan kepadamu untuk memberikan padaku bantuan nyata dan sesegera mungkin disaat aku merasa bantuan itu hampir tidak ada. Dampingilah aku dalam kebutuhanku yang mendesak ini sehingga aku boleh menerima penghiburan dan bantuan Surgawi atas semua kebutuhanku, masalah dan penderitaanku, khususnya .......... (sebutkan permintaan anda) dan sehingga aku akan memuji Tuhan bersamamu dan semua orang terpilih selamanya. Aku berjanji, oh Santo Yudas Tadeus untuk selalu mengingat bantuan besar ini, untuk selalu menghormati sebagai Rasul yang istimewa dan perkasa diantara kedua belas Rasul lainnya dan untuk meningkatkan devosi kepadamu.


Semoga Hati Yesus yang Mahakudus selalu dihormati, dicintai disemua Tabernakel sampai akhir zaman.

Semoga Hati Yesus yang Mahakudus dihormati dan dimuliakan sekarang dan selama-lamanya.

Santo Yudas Tadeus doakanlah aku dan dengarlah doaku.


Terberkatilah Hati Kudus Yesus.

Terberkatilah Hati Maria yang tak bernoda.

Terberkatilah Santo Yudas Tadeus.

Diseluruh bumi dan selalu disepanjang masa.

Amin.


Novena ini. Novena ini didoakan 6 x sehari selama 9 hari berturut-turut dan tinggalkan 9 lembar salinannya di Gereja setiap hari. Doa akan dijawab pada hari ke 9 atau sebelumnya dan belum pernah gagal. Anda akan menerima intensi anda sebelum hari ke-9 berlalu tidak peduli bagaimana mustahilnya doa anda akan dijawab. jgn lupa SHARE!


EmoticonEmoticon